Search Results for: history

Buku ‘THE HISTORY OF BOYOLALI TERSENYUM’

July 8, 2020
No Comments

ngresensi ngene iki : Dalam menempuh perjalanan yang jauh ini, Ki Ageng Pandan Arang semakin meninggalkan anak dan istri. Sambil menunggu mereka, Ki Ageng beristirahat di sebuah Batu Besar yang berada di tengah sungai. Dalam istirahatnya Ki Ageng berucap “Båyå wis lali wong iki” yang dalam bahasa indonesia artinya “Sudah lupakah orang ini”. Dari kata “Båyå Wis Lali” maka jadilah nama Boyolali. “boyolali pro investasi, nyaman ditinggali untukevery body” ngendikane Mas Bupati….gass luurr ora rewel

Silahkan Download Aplikasi ‘iBoyolali’ di Playstore gratis atau klik disini

Cara Mudah Mendaftar Aplikasi ‘iBoyolali’ klik disini

Jangan Lupa Like, Comment, & Subscribe Channel Perpustakaan Boyolali dengan cara klik disini

 

 

Dan Juga Follow Akun Media Sosial Kita Juga Ya :
Website     : https://www.dinasarpus.boyolali.go.id
Facebook  : https://www.facebook.com/perpusda.boyolali
Instagram : https://www.instagram.com/perpusdaboy

#LombaBercerita
#PerpusdaBoyolali
#RemenMaos
#Literasi
#Perpusdaboy
#Pusling
#BukaBukuBisaBaca

Buku ‘The History of Boyolali Tersenyum’

June 8, 2020
No Comments

 

Menurut cerita serat Babad Pengging Serat Mataram, nama Boyolali tak disebutkan. Demikian juga pada masa Kerajaan Demak Bintoro maupun Kerajaan Pengging, nama Boyolali belum dikenal. Menurut legenda nama Boyolali berhubungan dengan ceritera Ki Ageng Pandan Arang (Bupati Semarang pada abad XVI). Alkisah, Ki Ageng Pandan Arang yang lebih dikenal dengan Tumenggung Notoprojo diramalkan oleh Sunan Kalijogo sebagai Wali penutup menggantikan Syeh Siti Jenar. Oleh Sunan Kalijogo, Ki Ageng Pandan Arang diutus untuk menuju ke Gunung Jabalakat di Tembayat (Klaten) untuk syiar agama Islam. Dalam perjalananannya dari Semarang menuju Tembayat Ki Ageng banyak menemui rintangan dan batu sandungan sebagai ujian. Ki Ageng berjalan cukup jauh meninggalkan anak dan istri ketika berada di sebuah hutan belantara dia dirampok oleh tiga orang yang mengira dia membawa harta benda ternyata dugaan itu keliru maka tempat inilah sekarang dikenal dengan nama Salatiga. Perjalanan diteruskan hingga sampailah disuatu tempat yang banyak pohon bambu kuning atau bambu Ampel dan tempat inilah sekarang dikenal dengan nama Ampel yang merupakan salah satu kecamatan di Boyolali. Dalam menempuh perjalanan yang jauh ini, Ki Ageng Pandan Arang semakin meninggalkan anak dan istri. Sambil menunggu mereka, Ki Ageng beristirahat di sebuah Batu Besar yang berada di tengah sungai. Dalam istirahatnya Ki Ageng berucap “Båyå wis lali wong iki” yang dalam bahasa indonesia artinya “Sudah lupakah orang ini”. Dari kata “Båyå Wis Lali” maka jadilah nama Boyolali. Batu besar yang berada di Kali Pepe yang membelah kota Boyolali mungkinkah ini tempat beristirahat Ki Ageng Pandan Arang. Mungkin tak ada yang bisa menjawab dan sampai sekarang pun belum pernah ada meneliti tentang keberadaan batu ini. Demikian juga sebuah batu yang cukup besar yang berada di depan Pasar Sunggingan Boyolali, konon menurut masyarakat setempat batu ini dulu adalah tempat untuk beristirahat Nyi Ageng Pandan Arang. Dalam istirahatnya Nyi Ageng mengetuk-ngetukan tongkatnya di batu ini dan batu ini menjadi berlekuk-lekuk mirip sebuah dakon (mainan anak-anak tempo dulu).
@soetrisno_jenggot

Ayo lanjutkan membaca di iBoyolali !

Silahkan Download Aplikasi ‘iBoyolali’ di Playstore gratis atau klik disini

Cara Mudah Mendaftar Aplikasi ‘iBoyolali’ klik disini

Jangan Lupa Like, Comment, & Subscribe Channel Perpustakaan Boyolali dengan cara klik disini

Dan Juga Follow Akun Media Sosial Kita Juga Ya :
Website     : https://www.dinasarpus.boyolali.go.id
Facebook  : https://www.facebook.com/perpusda.boyolali
Instagram : https://www.instagram.com/perpusdaboy

#LombaBercerita
#PerpusdaBoyolali
#RemenMaos
#Literasi
#Perpusdaboy
#Pusling
#BukaBukuBisaBaca
#PengetahuanItuKekuatan
#Boyolali
#BoyolaliTersenyum